Sabtu, 09 November 2013
Kesurupan Einstein
sebelum beranjak ke kisah mistis hari ini, aku mau mulai dengan kisah romantis antara aku dan Wuzun yang pagitadi telfonan dan saling mengikat janji buat puasa pacaran selama dua hari. alasannya lagi-lagi karena TUGAS KULIAH.. kita telfonan sekitar satu jam kurang dan aku langsung pergi mandi biar ngga ngantuk waktu nugas, suplemen pendukung kedua yaitu lupain makan kalo belum terlalu lapar, karena jujur aja aku paling ngga tahan kalo udah ngantuk apalagi kalo udah kenyang...
aku mulai nugas dengan berbekal cahaya matahai yang hanya masuksedikit melalui jendela kamarku yang kecil, sepi banget deh pokonya, dan terlintas sedikit ide jahil buat memanggil Einstein buat datang dan sedikitnya mampu membantu buat ngerjain tugas. dua hari ini aku mesti mampu buat bikin 2 cerpen, 5 puisi dan 2 essai, sehingga setelah dipertimbangkan secara matang aku tidak jadi memanggil Einstein karena keterbatasan bahasa yang dikhawatirkan diantara kami munculkomunikasi kurang sehat dimana satu sama lain sama-sama tidak mengerti apa yang dikatakan..
dengan pasrah aku mulai bikin tulisan yang aga ngaco karena selain tema essai yang lumayan pusing, beberapa kesulitan lain juga muncul akibat bahan penguat thesis statement aku kurang kuat. kalo penasaran, setelah tulisan ini bakal aku posting dua tulisan yang udah rampung aku kerjain beberapa jam tadi.. buat yang punya ilmu lebih, komentarin yaaa... syukur-syukur kalo komentarnya pedas aku akan sangat senang karena aku pecinta 'pedas'... :DDD
HASSAN BIN TSABIT
Nama
lengkapanya Hassan bin Tsabit bin al-Mundzir al-Hazrojy al-Anshory. Nama
panggilannya Abul Walid. Hassan bisa juga disebut sebagai nabinya penyair. Dia
merupakan penyair yang mahir. Dia lahir dan dibawa ke yathrib (madina) dia
berasal dari keluarkan terpandang di suku arab selatan, Khazraj. Suku ini selalu menolong dan melindungi Nabi Muhammad
melawan Quaisy. Khazraj sama dengan golongan Anshar yang diberi gelar
“penolong.”
Hassan
hidup hingga berumur 120 tahun. Dikatakan bahwa ia hidup selama 60 tahun dimasa
sebelum periodisasi Islam dan 60 tahun lagi pada masa periodisasi Islam. Dia
memiliki hubungan kekerabatan dengan pangeran Syiria yang bernama Al-Harith bin
abu Shamir, Amr bin al Harith dan yang terakhir adalah Jabala bin Al-Aiham. Dia
adalah seorang yang mencintai perdamaian, sesuai yang telah diajarkan ayahnya
kepada sukunya.
Hassan
menghidupi dirinya dengan puisi-puisi yang ia hasilkan. Dibawah perlindungan
dari Ratu Ghassanid yang kerapkali mengunjunginya dengan membawa berupa hadiah.
Banyak sekali ode yang telah dibuat karena kemuliaannya itu. Tetapi kita hanya
bisa menemukan penggalan-penggalan dan elegy pendek yang dibuat L-Harits.
Kemahirannya dalam membuat puisi menjadikannya sebagai orang yang dihormati dan
dikagumi sebagai seorang penyair. Dia menjadi sangat terkenal sebagai seorang
yang rajin berpuisis atas nama islam dan membela kemuliaan dari Nabi beserta
sahabat-sahabatnya.
Perundingan
dan perlawanan secara militer dalam peperangan menjadikan Quraisy pesimis untuk
melancarkan perlawanan terhadap Nabi beserta pasukkannya. Kepesimisan ini
disebabkan oleh empat lelaki yang paling berpengaruh yaitu: Abu Sufyan bin
Al-Harith bin Al Muttalib, sepupu Nabi, Abdullah bin Al-Zibara, Amr bin alas
dan Dirar bin Al-Khattab Al-Fihiri. Situasi semacam ini menjadi tanpa
toleransi. Nabi berdiskusi dengan sahabatnya tentang keputusan setelah perang
Al Khandaq pada 5 hijrian (626AD) untuk membayar kerugian dengan uang miliknya
sendiri. Tiga orang laki-laki dikirim sebagai relawan untuk membayar kerugian
tersebut. Mereka adalah Hassan bin Tsabit, Abdullah bin Rawah dan Ka’ab bin
Malik. Hassan dan Ka’ab menyangkal uang-uang yang dikirimkan tersebut sebagai
sumbangan dan menyebutnya sebagai penaklukkan dan titik kelemahan. Abdullah bin
Rawah mengambil posisi untuk menghukum kesalahannya, kesalahan agama dan
kepercayaan.
Ini adalah penggalan
syair yang ia buat saat perang sehingga Nabi Muhammad memujinya sebagai syair
yang indah:
Sungguh
indah, apa yang diungkapkan penyair Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, yaitu Hassan bin Tsabit dalam menggambarkan orang-orang yang dimasukkan
ke sumur, dia berkata dari sebuah syair yang panjang. Kami pilih darinya
bait-bait berikut ini:
Rasulullah
memanggil mereka ketika kami melempar bangkai mereka secara bersama-sama ke
dalam sumur. Bukankah kalian mendapati perkataanku benar dan siksa Allah
menyentuh sampai ke hati. Mereka bisu, seandainya mereka berucap niscaya akan
mengatakan. Engkau benar dan engkau pemilik ide yang jitu.
Hassan
memiliki keprcayaan diri yang patut dipuji dalam mempertunjukkan kemahirannya
dalam berpuisi. Dia berkata “jika saya menyimpat lidah saya, dia akan berkata
dengan hawa kesombongan,” itu akan
mengirisnya dan menyimpannya diatas batu, batu itu akan retak karenanya”. Nabi memerintahkan Hassan untuk memanjat ke
benteng Quraisy dan memfitnah mereka yang telah memfitnah Nabi. Dia sangan
berani dalam berpuisi dan merupakan seorang yang memukau. Diceritakan bahwa
Hassan tidak pernah secara langsung mengikuti perang karena ia memiliki sebuah
kekurangan yakni keterguncangan jiwa saat melihat peperangan yang sesungguhnya.
Meskipun ia hidup dipertengahan abad pertama hijriah, karirnya sebagai seorang
penyair seakan mati seiring kematian Nabi. Adapun karyanya yang berusu kematian
Umar dan Utsman untuk memperingati 45 tahun kematian Nabi.
Puisi-puisinya:
Kita
bisa menemukan sekitar 2050 puisi dalam Hassan Diwan. Dia termasuk kedalam
periode 60 tahun atau setengah dari masa hidupnya sebagai seorang muslim dengan
beberapa karyanya yang lahir sebelum masuk Islam, dia membuat karya tersebut
untuk ratu Ghassanid. Puisinya terbagi menjadi lima jenis tema yaitu:
1. Satire
2. Elegy
3. Puji-pujian
4. Pemujaan
5. Cinta
Yang terbanyak
dari karta-karyanya yaitu bertemakan satire dan elegy. Banyak sekali puisi
pendek yang berkisar antara 3-20 puisi yang menyindir pemimpin Quraisy dan
suku-suku lainnya yang tidak bersahabat. Target utama pada sindiran-sindirannya
adalah Abu Sufyan bin al Harith bin Al-Zabara, Amr bin Alas, Umayya bin Khalaf,
Harrith bin Hisham dan Abu Jahal. Ia menyebut mereka sebagai penghianat dan
pembohong. Dia menyebutkan kekalahannya dan kehancuran dari pemimpin-pemimpin
perang padaperang melawan Nabi sementara memuji ketangkasan para prajurit
muslim dan khususnya bagi kaumnya, Khazraj dan Aus. Dia mengata-ngatai mereka
untuk tidak kampungan dan penuh dosa termasuk kepada para ayah dan ibu mereka
juga monyet, domba, rusa dan serigala mereka.
Elegi karnyanya
bersifat umum dan khusus. Pada bentuknya, ia meratapi para muslimin yang gugur
di perang Badar (623 AD), Uhud (624 AD), Al-Rafi (624 AD) dan Bir-al-Mauna (625
AD). Ratapannya bagi para syuhada yang mati satu persatu. Kita dapat menemukan
elegy-eleginya pada Nabi dan catatan-catatan muslim seperti Umar, Utsman dan
Hamza bin Abdul-Muttalib.
Puisi-puisi cinta miliknya berisi
tentang deskripsi yang menyenangkan tentang kecankan seorang wanita. Banyak
sekali potongan-potongan dari keseluruhan topic tersebut yang menceritakan
tentang masa bahagia yang terlalui dengan meminum wine dan mendengarkan wanita
bernyanyi.
Dari keseluruhan
tema yang disebutkan diatas, Hassan merasa puas. Dia memiliki figure seorang penyair
berbakat, powerful dan efektif. Dia seorang penyair hebat dia menggambarkan
hal-hal secara nyata dan elegan.
Ini adalah salah satu syairnya yang
telah di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia:
Aku
takkan pernah mninggalkan pintu-Mu
Dan
takkan pernah berusaha membuka pintu selain pintu-Mu
Aku
akan menenun bajuku dengan ridha
Dan
membanggakan diri sebagai hamba-Mu
Aku
berbisik lirih dalam keheningan pagi
Ketika
ditanya siapa Tuhan-Mu ?
Tuhanku
adalah pencipta jagat raya
Aku
bangga menjadi hamba-Mu
Tuhanku
adalah yang menerbitkan fajar
Aku
takkan berpaling dari-Mu
Adapun
syairnya yang diterjemahkan kedalah bahasa Inggris:
When
I saw his light shining forth,
In
fear I covered my eyes with my palms,
Afraid
for my sight because of the beauty of his form.
So
I was scarcely able to look at him at all.
The
lights from his light are drowned in his light
and
his faces shines out like the sun and moon in one.
A
spirit of light lodged in a body like the moon,
a
mantle made up of brilliant shining stars.
I
bore it until I could bear it no longer.
I
found the taste of patience to be like bitter aloes.
I
could find no remedy to bring me relief
other
than delighting in the sight of the one I love.
Even
if he had not brought any clear signs with him,
the
sight of him would dispense with the need for them.
Muhammad
is a human being but not like other human beings.
Rather
he is a flawless diamond and the rest of mankind is just stones.
Blessings
be on him so that perhaps Allah may have mercy on us
on
that burning Day when the Fire is roaring forth its sparks.
Adapun
yang lainnya yaitu:
Beautiful
as you, my eyes have never seen,
with
grace like yours, one has never been born
Born
free from all fault,
Born
as though you had yourself wished to be,
As
though the Lord of Muhammad and the Soul of Muhammad
had
come face to face,
The
Lord of Muhammad asks the Soul of Muhammad
‘Tell
me my beloved, how shall I create you’.
Selasa, 01 Oktober 2013
Semua Berawal Dari PANAS (bneran....!! ga penting)
PANAS
pertama denger kata itu mungkin kamu bisa berinterpretasi tentang hal yang ngga banget, cuma ngga sama halnya kalo kita lagi laper dan ngidam pengen kue lumpur yang baru banget keluar dari panggangan!! okay save dulu imajinasinya, waktu aku lagi nulis postingan ini tepat jam 13.51 WIB dimana kampus lagi dilanda bencana PANAS!!!
dilantai 4 fakultas baru aja beres rapat panitia PPL, biasanya kalo view lepas pantai bisa bikin sejuk, tapi kali ini yang aku liat view si amang bangunan yang lagi panas2an nembok pingir fakultas, kenaasan ini aku g ketahui secara langsung, tapi setelah sedikit menunggingkan pandangan ke daerah bawah. sepertinya si amang emang ngga punya masalah sama produk-produk pemutih atau pelembut kulit makannya ga kena demam stress meskipun kepanasan seharian.
di sudut lain di kampus, aku liat para mahasiswi yang lagi sibuk niupin sepotong bakso yang hendak dilahap, tapi ternyata setiap mulut punya standar suhu masing2 karena temen di pinggirnya malah asyik ngunyah bakso yang kepedesan. yaaa biarin lah ternyata ga selamanya yang enak dikunyah itu enak diliat (org lain).
naaah ini dia curhatan dimulai!!
berangkat dari bencana panas dikampus siang ini, aku masih nyimpen kenangan menyedihkan bersama si amang tukang es beberapa jam lalu.. <(urgently need: tisuue dan tong sampah)>
hari ini aku kuliah cuma jam k 2 yaitu jam 8.40- 10.10 bubar kuliah aku langsung pergi k BAPUSIPDA (BAdan PUStaka dan arSIP DAerah) Bandung mau balikkin buku2 yang aku pinjem 2 minggu lalu, mestinya besok siih tapi berhubung besok aku ada acara "penting" makannya aku pergi hari ini. singkat waktu aku udah OTW sama icha tmen kuliah yang sama2 centil dan hoby makan. kita naik langsung angkot ijo yang berseliweran depan kampus k arah bunderan, turun lagi, nyebrang sekitar 10mtr dan naik angkot ijo lagi, sebenernya dengan merek yang sama tapi tau ahhh di bandung nyampe angkot aja diputer2.. aku naik dan turun di daerah kawaluyaan soekarno-hatta atau yg biasa disebut SUTTA. jalannya ituuuu jauuh bangeeeeeet dan panasnyaaa serasa dipanggang ga bisa mateng2!! mau k tukang jus dulu,,, jam 11 mesti udah balik k kampus lagi buat rapat, pokonya TIME IS MANDI panas banget tapi waktunya limit banget, pokonya ceritanya aku dan icha udh keluar lagi dari PUSDA yang sejuk luar biasan dan serasa ditiup angin surga ngeliat si amang es nangkring di pinggir jalan. Di saku ada uang 110.000 ongkos pulang udah pasti mesti pake uang pas karena udah sering banget naik angkot dengan onkos ngga pas ujung2nya malah dimahalin, kadang ga dikasih kembalian atau kembaliannya dikin banget, mau protes jd kaya emak2, jd langkah paling aman buat aku yaaa P-A-S-R-A-H -_- aku sama icha beli eskrim dengan harga per cupnya 2000an, aku kasiin uang yg 100.000 karena kalo pake yang 10.000 kembaliannya ga akan cukup buat ongkos, ongkos sekali pergi berdua itu 8000 dan pulangnya bagian aku yg bayar ongkos.. dengan sangat tidak tega aku menggeleng waktu si amang nanya
"neng aya artos nu alit??" sambil senyum dan mengekpos keriput berlebih di pinggir matanya
"t aya mang" aku ga tega lirik smbil pura2 cari2 receh d tas
s amang berkelana k tukang dagang lainnya yg jaraknya lumayan jauh, aku sama icha nunggu lumayan lama sambil sesekali ngelirik ga tega, uang icha juga tinggal 5000 krena kebiasaan dia ga bawa uang k kampus, kalo dibayarin dia terancam g bisa jajan... dan intinya I NEED FOR CHANGE!!! (butuh receh)
dan setelah sekitar dua puluh menit s amang baru balik lagi dengan receh di tangannya dan rokok, mungkin dia malu nuker nyampe kepaksa beli roko.. ngeliat dari mukanya ga tega banget tapi yaaa sudahlah berjualan emang selalu ada kerikilnya mang!! akhirnya aku sama icha pulang, yaaa meskipun masih ngerasa bersalah, tapi ya mau digimanain lagiii...
ga penting kaaan tulisannya?? yang penting udah curhat :D
Minggu, 23 Juni 2013
Move on: I Don't Care
pas lagi nulis postingan ini, aku lagi nunggu waktu subuh. jadi pagi ini aku dikagetkan ketukan pintu misterius.. bayangin doong.. jam 2 pagi!! (kelamaan ngebayanginnya! baca dulu)
singkat cerita ketum turun kebawah buat buka pintu, soalnya aku msih dalah keadaan sadar ga sadar gitu buat ngumpulin nyawa n' buka pintu kontrakkan. ternyataaaaa.... yang dateng itu berkumis pemirsaaa... dengan nyantai ketum panggil.. "Bapa." Sekali lagi ini bukan tentang kisah perampokan bapa2 yang putus asa mencari nafkah lantas berpikir untuk merampok sebuah kos2an yang dulunya bertetangga dengan kandang ayam dengan mengetuk pintu di pagi buta, pokonya bukan!! Bapak berkumis itu adalah bapanya ketum -_-"
inilah percakapan antara dua orang tersebut, tapi ternyata ada tiga suara disana:
Ketum: naha pa... jam sakieu..?
(untuk translete silakan buka google translete)
Bapa: tadi teh ti ditu langsung we kadieu
........: na bade ngalih kamana neng?
Ketum: k permai pa
........: uuh, sieun didinya mah, kapungkurna tilas makam..^&$^%^$&^
untuk nama orang yang ditandai dengan nama "......" adalah seorang yang tidak diketahui identitasnya, hanya suaranya saja yang sampai merambat kearah kamar. Yang salah dalam percakapan ini adalah seorang noname tersebut menyebutkan kode "sieun" dan "makam."
jadi gini.. hari ini rencananya kita mau pindah dari kontrakkan Manisi ke kos2an di daerah permai. kebayang doong orang itu tega banget, seorang yang mau move on ke tempat baru itu artinya orang tersebut pengen bikin lembaran hidup baru. sumpah, ini kejam!
setelah percakapan yang panjang di lantai bawah, ketum naik keatas dan menceritakan ulang penindasan karakter tempat yang sebenernya udah aku dengerin dari tadi, tapi ngeliat antusiasme dari muka ketum aku jadi ga tega, jadi aku dengerin apa yang dia ceritain secara seksama dan khidmat.
udah itu aku ngelamun, aku inget banget, depan kosan yang sekarang ituu ada pohon, lupa siih gede atau ngga, tapi si "......" kejam banget dengan bikin image kaya gitu. tapi okelaaah I dont care. dari informasi yang aku dapet dari ketum tadi ternyata si "....." adalah suaminya ibu2 yang nunjukkin kita ke kontrakkan yang sekarang mau aku tinggalin, secara jahat aku nenangin hati "udahlaah itu mh artinya cuma nyuruh biar ga jadi pindah atau nunjukkin tempat lain yang sekiranya bisa dia loby" abisnyaaa suruh siapa nakut2in pa... -_-
udah ahh cap cip cup pagi nya, sekarang ketum udah mulai berisisk ngajak cari kardus bekas pagi2 gini karena mobilnya mesti dikasih alas karena tadi ada sapi yang nebeng disana..
bye bye... hope that information just "burning theory".............
singkat cerita ketum turun kebawah buat buka pintu, soalnya aku msih dalah keadaan sadar ga sadar gitu buat ngumpulin nyawa n' buka pintu kontrakkan. ternyataaaaa.... yang dateng itu berkumis pemirsaaa... dengan nyantai ketum panggil.. "Bapa." Sekali lagi ini bukan tentang kisah perampokan bapa2 yang putus asa mencari nafkah lantas berpikir untuk merampok sebuah kos2an yang dulunya bertetangga dengan kandang ayam dengan mengetuk pintu di pagi buta, pokonya bukan!! Bapak berkumis itu adalah bapanya ketum -_-"
inilah percakapan antara dua orang tersebut, tapi ternyata ada tiga suara disana:
Ketum: naha pa... jam sakieu..?
(untuk translete silakan buka google translete)
Bapa: tadi teh ti ditu langsung we kadieu
........: na bade ngalih kamana neng?
Ketum: k permai pa
........: uuh, sieun didinya mah, kapungkurna tilas makam..^&$^%^$&^
untuk nama orang yang ditandai dengan nama "......" adalah seorang yang tidak diketahui identitasnya, hanya suaranya saja yang sampai merambat kearah kamar. Yang salah dalam percakapan ini adalah seorang noname tersebut menyebutkan kode "sieun" dan "makam."
jadi gini.. hari ini rencananya kita mau pindah dari kontrakkan Manisi ke kos2an di daerah permai. kebayang doong orang itu tega banget, seorang yang mau move on ke tempat baru itu artinya orang tersebut pengen bikin lembaran hidup baru. sumpah, ini kejam!
setelah percakapan yang panjang di lantai bawah, ketum naik keatas dan menceritakan ulang penindasan karakter tempat yang sebenernya udah aku dengerin dari tadi, tapi ngeliat antusiasme dari muka ketum aku jadi ga tega, jadi aku dengerin apa yang dia ceritain secara seksama dan khidmat.
udah itu aku ngelamun, aku inget banget, depan kosan yang sekarang ituu ada pohon, lupa siih gede atau ngga, tapi si "......" kejam banget dengan bikin image kaya gitu. tapi okelaaah I dont care. dari informasi yang aku dapet dari ketum tadi ternyata si "....." adalah suaminya ibu2 yang nunjukkin kita ke kontrakkan yang sekarang mau aku tinggalin, secara jahat aku nenangin hati "udahlaah itu mh artinya cuma nyuruh biar ga jadi pindah atau nunjukkin tempat lain yang sekiranya bisa dia loby" abisnyaaa suruh siapa nakut2in pa... -_-
udah ahh cap cip cup pagi nya, sekarang ketum udah mulai berisisk ngajak cari kardus bekas pagi2 gini karena mobilnya mesti dikasih alas karena tadi ada sapi yang nebeng disana..
bye bye... hope that information just "burning theory".............
Minggu, 19 Mei 2013
"B" for BEWARA
holaaa holaaaa.... long time no write here,,,, banyak hal yang pengen banget aku ledakkin di secarik laman ini. tapii argo warnet terus bertambah, jadi cuma summarynya aja yaaa,,, ^_^
for this moment aku mau menguak lagi kelanjutan kisah aku dari postingan paliiiing pertama di blog ini, bahwa aku udah ubah status hubungan d facebook. as context, u know laaaah... :D dan bagiku, ini menjadi warna baru.. :)
kali ini aku berubah tempat dinas blogger yang asalnya di kontrkkan yang nyaman bersama "si putih" kali ini di warnet, akibat "si anti lelet" yang akhir-akhir ini malah sulit buat konek.
pagi ini aku bangun kesiangan, hal ini menjadi hal lumrah kalo aku lupa ubah mode handphone yang mestinya meeting tapi malah silent. kalo bangun kesiangan itu rasanya kaya duduk lama di angkot sambil dengerin lagu galau dan ngelamun, sadar-sadar udah di daerah yang kita ngga kenal. linglung kaaan? pokonya, bangun kesiangan itu merugikan dan patut di basmi. untungnya lagi ngga ngampus.
aku sempet tidur dua kali seharian ini... emang yaaaa kelamaan nugas itu bikin otak "not responding" jadinya cara ngerefreshnya yaa dengan cara menempelkan kepala pada bantal... pokonya hari ini tugas mini research dari tiga mata kuliah mesti beres,,, haruus haruss pokonya harus..
oke laaah ngga perlu panjang lebar juga yaaaa.... aku udh liat argo warnet yang menunjukkan waktu ngenet aku selama 1:23:54. udah off aku mau langsung balik ke kontrakkan dan balik beresin mini research...
bye bye n see u
Kamis, 16 Mei 2013
Jendela Dunia Masa Mutakhir
Pernah
keliling dunia? Melihat situs-situs terkenal? Semuanya bisa dilakukan hanya
dengan duduk manis di kursi dan mulai menelanjangi kepenasaran nun jauh disana
dengan membuka lembar demi lembar kertas yang biasa kita sebut “buku”. Konon,
kegiatan wisata ekonomis ini akan mulai punah dimasa depan. Hal ini bukan
dikarenakan para pencari kesenangan dibalik tulisan mulai berkurang minatnya
untuk membaca, mengingat kayu sebagai bahan pokok untuk membuat kertas adalah
sumber daya alam yang terbatas. Memang, indonesia adalah alam yang subur dengan
kekayaan komponen tanahnya yang memungkinkan berlangsungnya pertumbuhan pohon
dan memasok kayu-kayu bagi pabrik-pabrik yang memproduksi kertas. Tapi
kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Lapisan ozon yang mulai menipis
menjadikan pohon sangat rentan bila
terus ditebangi karena kebutuhan kita akan lingkungan yang selalu rindang agar
terjauh dari efek pemanasan global. Lantas, kedua pihak ini saling tarik ulur,
antara para pecinta buku yang sangat menyayangkan bila buku ditiadakan dalam
bentuk fisik dan para pecinta alam yang sangat berfikir keras agar alam lebih
diperhatikan demi kesejahteraan bersama.
Kejadian
tarik ulur ini tidak akan berangsur membaik tatkala keduanya hanya memikirkan
persepsi masing-masing tanpa memperkecil volume masalah yang sesungguhnya dan
mulai memikirkan solusi untuk kebaikan bersama. Kecintaan kita terhadap alam
hendaknya disejajarkan dengan kebutuhan kita akan wawasan yang luas. Kita bisa
saja menghentikan produksi buku secara fisik dan mulai memikirkan alternatif
lain tanpa melibatkan unsur alam yang semakin diporsir demi mempertahankan
keseimbangan biosfer kita ini.
Buku
berupa e-book memang sangat
mengerikan bagi beberapa pihak yang merasa kegiatan membaca e-book seperti memaksakan lensa mata
kita tertuju pada layar yang lama kelamaan bisa merusak kinerjanya dalam
melihat secara jelas. Namun manusia adalah mahluk bumi yang akan melangkah
dengan otaknya dari kemustahilan menuju kemungkinan yang pasti. Peningkatan
mutu gadget bukan hal mustahil. Hal
ini lambat laun akan dikaji oleh para ahli karena kebutuhan kita akan gadget mulai menuju titik klimaks.
Mungkin saat ini para ‘kutu buku’ bisa dicirikan dengan orang yang menenteng
buku kemana-mana termasuk kunjungan wajibnya ke toko buku dan perpustakaan. Dimasa depan, para pecinta baca akan tertumpu
pada gadget praktis yang bisa dibawa
kemana-mana tanpa memberati tas yang bertengger manis tanpa beban. Hal pertama
yang akan menjadi solusi adalah kualitas gadget
yang semakin baik dan membuat para ‘wisatawan ilmu’ layaknya sedang membaca
buku meskipun secara fisik jelas berbeda.
Sebuah
solusi pastinya selalu menuai kontadiksi dimana keadaan yang menyedihkan berada
pada pihak penulis produktif yang hasil karyanya membuahkan royalti rendah
karena tulisannya dengan mudah di copy
+paste. Solusi kedua yang menjadi lanjutan dari solusi diatas adalah
pembuatan software baru yang di
disain seperti perpustakaan di dalam gadget
yang hanya bisa diisi dengan koleksi buku bila buku tersebut didapatkan ditoko e-book yang legal. Seperti halnya buku
yang dapat dipinjamkan dan diberikan, software
ini bisa mentransfer buku melalui chips
kecil yang bisa memindahkan buku dari satu gadget
ke gadget lainnya. Tenang saja,
proses memindahkan atau memberikan ini bukan seperti sistem copy +paste, namun e-book yang sudah dimasukkan chips
dengan otomatis berpindah tanpa menyisakan master-nya.
Perubahan
alam bukanlah mimpi buruk yang bisa memusnahkan semangat manusia untuk tetap
mereguk manisnya kesejahteraan. Solusi ini hanya akan tetap menjadi dongeng
sebelum tidur bila kita tidak menjadikannya misi penting yang akan sangat
ditunggu oleh masyarakat dunia, karena peradaban manusia tidak akan terhenti
serempak hanya karena matahari yang memandangi bumi melalui ozon yang berlapis
tipis.
Senin, 28 Januari 2013
Ngedadak Puitis Part I
Permintaan Sederhana
Hai malam
Mungkin aku ingin bersembunyi
Siang tadi, beberapa orang temui aku
Mereka tanyakan berapa lama lagi aku ingin tetap tinggal
Kini aku gelisah
Hai malam
Masihkah bisa aku bertanya, tentang ujung dunia ini
Kiranya aku pernah tinggal dan menyambangi seluruh pijakanku
Mungkin aku akan rela melepaskannya
Lekas menjawab tentang masaku
Hai malam
Aku benci ketidak berdayaanku ini
Aku tak mampu menyeka air mataku sendiri
Bukan dengan ujung lengan baju yang diberi ibuku
Tapi dengan senyum dan kerelaanku
Hai malam
Kini aku berada diujung waktumu
Namun tak juga kau tenangkan aku dengan kepastian
Bahwa aku bisa mencapai imaji masa kecilku
Mencapai sebuah galaksi yang tak pernah seorangpun berpijak disana
Hai malam
Aku tak memintamu membawakanku pesawat
Aku hanya meminta secarik mimpi klasikku
Waktuku mungkin tak lama
Bawalah aku keujung dunia meski dalam mimpiku saja
Langganan:
Postingan (Atom)






